Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Jaman semakin canggih tentunya memberikan nilai lebih dan kemudahan bagi masyarakat. Ditengah-tengah maraknya tindak kriminal, kecanggihan teknologi ataupun kecanggihan transaksi keuangan, selain mempermudah juga turut mengamankan uang yang dimiliki masyarakat.

Baik transaksi keuangan dalam nominal kecil ataupun besar, kecanggihan transaksi keuangan yakni melalui elektronifikasi pembayaran atau non tunai memudahkan nasabah ataupun penerima bantuan sosial. Demikian disampaikan Kepala KPw Bank Indonesia Tegal, Joni Marsius saat memberikan sambutan dan membuka Training of Trainer dan Training of Beneficiery, Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai di Ruang Rapat BI Tegal, Kamis (20/4).

Melalui elektronifikasi pembayaran ataupun melalui non tunai, masyarakat ataupun nasabah tetap bisa menarik uangnya. Justru pada sistem ini, uang yang dimiliki nasabah benar-benar diamankan. Nasabah tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar untuk dibayarkan, yang hanya akan memancing tindak kriminal.

Hal lain menurut Joni, adalah ketika masyarakat khususnya yang bekerja pada perusahaan asing, dihimbau untuk tidak serta merta menukarkan uang asingnya di  Perusahaan Valuta Asing (PVA) yang tidak ada ijinnya. Disarankan melalui PVA Perijin. Untuk kota Tegal ada 3 penukaran mata uang yang sudah berijin, dua diantaranya di depan Pasar Pagi, dan di jalan HOS Cokroaminoto. Ditegaskan Joni, biasanya manakala menukar di PVA yang tidak berijin, jumlah yang diterima tidak sesuai atau akan ada potongan.

Sementara Sutardi selaku pembicara dalam acara tersebut mengatakan, saat ubu BI tengau menggencarkan gerakan nasional non tunai. Baik melalui elektronifikasi penyaluran bantuan sosial ataupun cara non tunai lainnya. Hal ini untuk mempermudah penyaluran bantuan, juga membantu pencegahan tindak kriminal. Nasabah bisa menggunakan ATM atau uang elektronik, seperti chip, ataupun server yang teregister.

Hadir sebagai peserta dalam acara tersebut, perwakilan dari Bank Mandiri, BNI, OJK dan masyarakat penerima bantuan sosial.

Top