Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Tegal – Walikota Tegal KMT Hj Siti Masitha Soeparno bersama Ketua Watimpres Prof.Dr Sri Adiningsih beserta jajaran Forkopimda Kota Tegal meninjau kondisi nelayan Kota Tegal di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari. Senin. (15/5). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai sebagai tindak lanjut pelaksanaan Aksi Mikro yang dilaksanakan Pemerintah Kota Tegal bersama OJK Tegal untuk melihat langsung kondisi nelayan Kota Tegal usai diberlakukannya larangan penggunaan alat tangkap cantrang oleh Pemerintah Pusat.

Salah satu pengurus Pesatuan Nelayan Kota Tegal (PNKT) Susanto Agus yang memang sudah menunggu kedatangan rombongan bahkan sempat menitipkan surat beserta kajian hasil penelitian tentang penggunaan cantrang untuk disampaikan ke kepada Presiden. “Kami nelayan Kota Tegal titip surat serta kajian hasil penelitian tentang cantrang untuk disampaikan Presdien”ucapnya.  

Tidak hanya melihat lihat pelabuhan, Sri Adiningsih yang didampingi Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno, Danlanal Letkol Mar. Sunggu Berniat Manurung, serta Kepala OJK Tegal Yulius Eka Putra juga menyempatkan diri melihat pabrik pengolahan daging ikan (Fillet) yang terletak disekitar pelabuhan.

Sementara itu, dalam dialognya dengan Sri Adiningsih salah satu perwakilan nelayan Eko Susanto bahkan mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa beralih dari nelayan alat tangkap cantrang menjadi nelayan Gill net karena takut akan ditangkap aparat keamanan. Namun dikatakan Eko banyak kendala yang dihadapi setelah mencoba beralih ke gillnet. “Selain harganya mahal, butuh waktu tiga bulan dalam proses peralihan”,ucapnya.

Selain itu pihaknya juga harus mendatangkan Anak Buah Kapal (ABK) dari luar daerah yang mampu mengoperasikan alat tangkat Gill net. “Jangan sampai rumah kami disita pihak bank gara-gara kami tidak lagi bisa bayar bank kerena tidak bisa lagi melaut”,tegasnya. Karena itu pihaknya juga menuntut agar keputrusan tersbut dapat segera dicabut ataupun dicarikan solusi terbaiknya.

Walikota Tegal mengatakan kehadiranya bersama Ketua Watimpres merupakan bagian dari perjuangan yangdilakukan Pemerintah Kota Tegal beserta seluruh elemen masyarakat terkait dengan kesejahteraan. “Kita tidak mungkin bisa hidup apabil tidak tenang dalam mencari nafkah, sehingga inilah aspirasi yang disampaikan saudara kita di Tegal. “Mudah-mudahan setelah itu adanya langkah ini, Pmemrintah Pusat dapat memberikan kepastian solusi jangka panjang terkait larangan penggunaan cantrang”,pungkas Walikota.

Menanggapi berbagai aspirasi serta tuntutan yang disampaikan nelayan, Sri Adiningsih mengatakan meskipun sudah ada perpanjangan penggunaan cantrang sampai akhir tahun 2017, namum ternyata di lapangan belum bisa dilakukan karena putusan tertulisnya nya belum sampai Tegal. “Hal ini tentu membuat nelayan merasa takut untuk melaut sehingga berdampak serius ke berbagai pihak yang terkait”,ucapnya.

Pihaknya juga mengungkapkan komitmenya untuk menyampaikan seluruh aspirasi yang disampaikan oleh beberapa orang perwakilan organisasi nelayan di Kota Tegal kepada Presiden. Sesuai tugas saya, seluruh aspirasi tentu akan saya sampaikan ke Presiden sebagai bahan masukan dari daerah. “Semua aspiirasi baik yang telah disampaikan ataupun yang belum harap agar ditulis, aspirasi tersebut akan saya lampirkan dalam surat resmi yang akan saya tulis kepada presiden”tegas sri kepada nelayan.

“Kita akan sampaikan ke presiden agar supaya dicarikan solusi terbaik karena bagi Kota Tegal peran nelayan cukup besar, Sehingga kita berharap kondisi kehidupn nelayan di Kota Tegal akan kembali membaik”pungkasnya.

Top