Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Lampung – Satu lagi prestasi berhasil diraih oleh Pemerintah Kota Tegal melalui Walikotanya, KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno, penghargaan kali ini adalah penghargaan Manggala Karya Kencana yang diberikan saat puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV di Pendopo Mahan Agung Rumah Dinas Gubernur Bandar Lampung, Jum’at (14/7/2017) malam.

Penghargaan kepada Wali Kota Tegal tersebut merupakan penghargaan yang tertinggi dari pemerintah pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) kepada sosok yang dinilai memiliki dedikasi tinggi terhadap program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga.

Penyerahan penghargaan tersebut disematkan langsung oleh Kepala BKKBN Republik Indonesia, Surya Candra Surapaty kepada 6 orang penerima penghargaan Manggala Karya Kencana.(Propinsi Jawa Tengah ) dan kepada kepala daerah yang lainnya.

Sebagaimana disampaikan oleh Walikota Tegal atau yang akrab disapa Bunda Sitha yang juga sebagai ibunya masyarakat Kota Tegal, “Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil penilaian kuantitatif bahwa Kota Tegal telah berhasil memberikan pelayanan KB baru melebihi target yang diberikan, yaitu telah tercapainya perserta KB baru sebanyak 7.896 Akseptor atau 100,28% dari 7.873 Pasangan Usia Subur (PUS) dan mampu mempertahankan prevelansi peserta KB aktif sebesar 80,17%,” Tuturnya

Lebih lanjut Walikota menambahkan dengan pencapaian tersebut, Kota Tegal telah mampu mengendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) sebanyak 0,48 % dan mampu mempertahankan Total Fertility Rate (TFR) sebesar 2,113 % serta meningkatnya partisipasi keluarga dalam kelompok kegiatan seperti Bina Usaha Balita (BKB), Bina Usaha Remaja (BKR) dan Bina Usaha Lansia (BKL) serta Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (KUPPKS).

Secara Kualitatif Komitmen Wali Kota Tegal dalam melanjutkan kesinambungan program KB sangat tinggi yang tercermin dari dukungan mulai dari perencanaan, koordinasi, pergerakan, pengendalian, monitoring dan evaluasi program KB sebagai salah satu sektor pembangunan Sumber Daya Manusia di Kota Tegal.

Peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan anggaran Pemerintah Kota Tegal pada program KB yang setiap tahunnya meningkat, salah satunya pada Program Inovatif Percepatan Pembangunan Kelurahan (PIPPK) sehingga semua institusi bergerak mulai dari LPMK, TP PKK dari Tk Kota sampai Tk Kelurahan, Karang Taruna, RW, sampai Posyandu dan kelompok bina-bina usaha keluarga.

Juga peran pembentukan Kampung KB yang dipilih dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Tegal yang didukung oleh lintas sektor dan seluruh OPD Pemerintah Kota Tegal sehingga Kampung KB tersebut tidak hanya membangun program KKBPK juga berbagai fasilitas mulai dari jalan, rumah tidak layak huni, sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lainnya.

Dikatakan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBPPPA), dr. M. Hafidz, M.Kes, model penggarapan Kampung KB di RW 10 Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur, Kampung KB di RW 04 Kelurahan Kalinyamat Wetan Kecamatan Tegal Selatan, RW 02 Kelurahan Muarareja Kecamatan Tegal Barat, RW 10 Kelurahan Margadana Kecamatan Margadana dan RW 05 Kelurahan Slerok Kecamatan Tegal Timur tersebut diharapkan menjadi contoh Kelurahan – kelurahan lain yang belum terbentuk Kampung KB, "Pembangunan yang terintegrasi dari seluruh sektor yang tidak hanya difokuskan pada KB-nya saja sehingga dapat di apresiasi oleh pemerintah pusat," ucapnya.

Selama tiga tahun terakhir dalam kepemimpinan Wali Kota Tegal berbagai prestasi telah diraih dalam program KB, diantaranya di Tingkat Nasional tahun 2014 meraih Penghargaan Pakarti Utama I Tingkat Nasional Pelaksana Terbaik PKK KB Kes Kategori Kota untuk Kelurahan Panggung dari Tim Penggerak PKK Pusat, Penghargaan Keluarga Harmonis Sejahtera Terbaik I Tingkat Provinsi Jawa Tengah untuk Keluarga Sodikin dan Siti Calimah Kelurahan Debong Kidul dari Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014, Penghargaan Motivator KB Pria Peringkat II Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 dari Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah , Juara Harapan II Paduan Suara Kelompok PIK Remaja Tingkat Ex Karesidenan Pekalongan Tahun 2015, Penghargaan Motivator KB Pria Peringkat II Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016 dari Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah serta Juara Harapan II Perolehan Akseptor terbanyak Tingkat Kota dalam rangka Harlah Muslimat Tingkat Provinsi Jawa Tengah (Muslimat NU Jawa Tengah).

Dalam sambutannya Gubernur Propinsi lampung, M Ridho Fricardo menyampaikan dan mengucapkan selamat datang di Provinsi Lampung yang juga merupakan pintu gerbang ke pulau Sumatera, “Sebagai bagian dari kependudukan Indonesia Provinsi Lampung terdiri dari berbagai ragam suku ada Jawa, Bali dan lain sebagainya. Provinsi Lampung yang pada masa kolonial merupakan daerah transmigrasi sehingga tak heran sampai sekarang penduduknya Begitu heterogen ini pulalah yang menjadikan Provinsi Lampung sebagai miniaturnya Indonesia,” tuturnya.
Ridho juga menambahkan bahwa acara ini merupakan kebanggaan yang luar biasa karena Lampung jadi tuan rumah dimana kegiatan berskala nasional sangat jarang diadakan.

Seperti di ungkapkan oleh kepala BKKBN, Surya Candra bahwa Harganas. Ke 24 yang diadakan di Provinsi Lampung ini pertama kali juga diadakan di provinsi ini tepatnya pada tanggal 29 juni 1993 dan di tahun 2017 untuk yang kedua kalinya.

Surya juga memberikan penghargaan kepada kabupaten kota yang telah memperhatikan tentang kependudukan pada wilayahnya, “Saya harapkan tetap dipertahankan karena dengan penduduk yang berkualitas kita bisa membangun karakter bangsa lewat revolusi mental seperti yang digagas Bapak Sukarno, Presiden pertama kita, kita jangan sampai jadi kuli di bangsa sendiri akibat penduduk yang tidak berkualitas,” tuturnya.

Top