Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Bahasa Indonesia sebagaimana tertuang dalam Sumpah Pemuda yang ketiga sebagai Bahasa Pemersatu kini semakin tergeser dengan munculnya bahasa-bahasa campur, bahasa gaul yang sekarang ini banyak digunakan kalangan anak muda. Bahasa Indonesia acap kali dianggap sebagai sesuatu yang tidak penting. Mengingat Bahasa Indonesia sudah kita kuasai sejak dulu, berawal dari pendidikan TK, SD hingga sudah mahir berbahasa. Namun dari sinilah terkadang banyak masyarakat mulai mengeksampingkan Bahasa Indonesia dan lebih memilih atau fokus pada penguasaan dan penggunaan bahasa asing. Demikian disampaikan Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Dr. Tirto Suwondo M.Hum pada acara Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia Pada Media Luar Ruangan di Diamond Room Lt 1 Pesonna Hotel, Rabu (6/9).

Menurutnya, apa yang terjadi sekarang justru lebih bangga anak-anaknya mendapat les bahasa asing. Ini yang banyak terjadi di masyarakat. Indonesia yang terdiri dari 646 Bahasa Daerah memiliki bahasa pemersatu yakni Bahasa Indonesia. Ini yang perlu dipahami masyarakat, bukan malah sebaliknya menggeser Bahasa Indonesia dengan bahasa asing, bahasa gaul atau bahasa-bahasa lainnya.

Melalui penyuluhan ini, Balai Bahasa ingin memberi pemahaman tentang pentingnya Bahasa Indonesia terlebih ketika digunakan pada media luar ruang, seperti ketika digunakan di radio, reklame dan media lainnya ataupun pada suatu acara. Di dalam UU RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan sudah diatur mengenai Bahasa Indonesia. Untuk itu diharapkan masyarakat khususnya peserta penyuluhan akan lebih bangga berbahasa Indonesia dan memberikan pemahaman kepada masyarakat lainnya ataupun generasi muda.

Sementara Sambutan Plt. Walikota Tegal H. Nur Sholeh sekaligus membuka acara tersebut, dibacakan Assisten Administrasi Umum Setda Kota Tegal, Irkar Yuswan. Menurutnya banyak yang terjadi saat ini lebih bangga menggunakan bahasa asing dibandingkan Bahasa Indonesia. Seperti kita liat pada pemilihan kata-kata, ataupun nama perumahan, gedung, toko, spanduk, reklame lebih banyak menggunakan bahasa asing. Justru ini yang mengkesampingkan Bahasa Indonesia dan pada akhirnya bahasa sendiri menjadi bahasa yang semakin asing semakin jauh. Padahal Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang mudah, dan merupakan jati diri bangsa Indonesia.

Karenanya, Irkar menghimbau kepada peserta setelah penyuluhan akan selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Diharapkan, dapat lebih membumikan Bahasa Indonesia khususnya di Kota Tegal.

Acara tersebut diikuti oleh Guru Bahasa, Humas Perusahaan, Wartawan, Seniman dan Tokoh Masyarakat.

Top