Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Ditengah-tengah perkembangan zaman dan teknologi saat ini ternyata tidak selalu dibarengi dengan kemampuan SDM yang harus menyesuaikannya. Tercatat sekitar 250 ribu warga di Jawa Tengah hingga sampai saat ini belum mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Kebanyakan mereka ini merupakan warga Jateng usia senja. Demikian disampaikan Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah Dr Tirto Suwondo, M.Hum saat memberikan materi pada Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia pada Media Luar Ruang di Hotel Pesonna, Rabu (6/9).

Disampaikannya, secara kemampuan daya tangkap terhadap Bahasa Indonesia, rata-rata mereka mengerti dan paham. Namun hanya saja, ketika akan berucap atau berkomunikasi dengan lawan bicara dengan berbahasa Indonesia, mereka kesulitan atau belum sepenuhnya baik dan benar.

Padahal menurut Tirto bahasa Indonesia merupakan bahasa yang mudah. Dari kamus bahasa Indonesia tercatat ada 110 ribu kosakata. Ditengah-tengah perkembangan zaman dan teknologi saat ini justru penggunaan bahasa Indonesia semakin memprihatinkan. Banyak yang digunakan bercampur dengan bahasa asing, bahasa gaul yang kebanyakan digunakan oleh kalangan anak muda. Begitu pula dengan penggunaan merek dan nama usaha, lebih banyak pelaku usaha justru memilih dengan menggunakan kata-kata dari bahasa asing.

Ditegaskannya, sebagai bangsa Indonesia sudah sepatutnya kita menjunjung tinggi bahasanm sendiri. Namun terkadang orang lebih suka mengkesampingkan bahasa Indonesia karena ingin nama usahanya menarik, ingin dianggap lebih modern dan alasan lainnya. Inilah yang patut dipahami masyarakat, bahwa semakin berkembang justru bahasa Indonesia semakin tersingkirkan.

Tirto mencontohkan, banyak spanduk, merk nama usaha dijalan, perhotelan, pertokoan lebih banyak menggunakan bahasa asing. Ditambahkan Tirto perlu adanya kesadaran dari masyarakat sebagai warga negara Indonesia. Tentu bukan hanya menjadi tugas Balai Bahasa saja yang memberikan pemahaman tentang bahasa Indonesia atau penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tetapi didukung peran serta dari masyarakat.

Top