Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Ditengah-tengah banyaknya anggapan bahwa saat ini terjadi penurunan daya beli masyarakat. Bank Indonesia justru meyakini bahwa saat ini daya beli masyarakat indonesia perlahan kembali pulih. Hal terlihat dari sejumlah faktor. Salah satunya adalah hasil survei internal yang mengindikasikan pertumbuhan penjualan ritel pada Agustus 2017 yang naik 5%. Ada indikasi bahwa kegiatan konsumsi mulai bangkit, peningkatan daya beli bisa dilihat dari sisi pendapatan masyarakat hasil dari survei konsumen. Indikatornya upah riil buruh tani dan buruh bangunan naik, nilai tukar petani kembali naik. Semuanya ke arah pertumbuhan yang positif. Demikian disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Joni Marsius saat memberi sambutan pada Seminar Nasional "Menjaga Pertumbuhan Ekonomi Pantura Melalui Inovasi dan Investasi", Senin (9/10) di ruang pertemuan Diamond, Pesona Hotel.

Menurut Joni, secara garis besar, kondisi perekonomian nasional masih cukup baik, dilihat dari laju inflasi yang relatif terjaga dan kondisi nilai tukar rupiah yang stabil. Bahkan ditengah gempuran ketidakpastian global yang menghantui, pergerakan mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tetap bisa bertahan yang didukung dengan cadangan devisa yang terus meningkat. Tercatat sampai akhir September 2017 ada USD 129,4 miliar. Dengan semua perkembangan indikator makro tersebut, BI masih tetap optimis pada tahun ini perekonomian Indonesia akan tumbuh 5,0 - 5,4%.

Pada seminar ini, hadir narasumber Kepala Ekonom grup BCA David Sumual. Dalam penyampaian materinya mengatakan bahwa saat ini populasi dan pertumbuhan kelas menengah masih baik untuk sektor konsumsi dan farmasi. Begitu pula dengan penjualan ritel cenderung stabil. Penjualan produk-produk tersier termasuk rekreasi dan budaya meningkat, didorong stabilitas rupiah. Peningkatan daya beli juga tetap terlihat pada pembelian pulsa, dan banyaknya masyarakat yang beralih pada gadget produk Cina yang kualitasnya relatif bersaing dengan produk-produk dari negara lain.

Dalam seminar ini, hadir tamu undangan dari Perbankan, Akademisi, BPS, BUMN, Pemerintah dan para pengusaha

Top