Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Dalam rangkaian peringatan hari Pahlawan 10 November 2017, Pemerintah Kota Tegal melaksanakan doa bersama untuk R.A. Kardinah, sosok pendiri rumah sakit RSUD Kardinah. Doa bersama di laksanakan oleh Plt. Walikota Tegal M Nursholeh beserta seluruh Pejabat di jajaran Pemkot Tegal, Kamis (9/11) di Makam Kardinah, kompleks makam Amangkurat, Pesarean Kabupaten Tegal.

Plt. Walikota Tegal, menyampaikan bahwa doa bersama ini salah satu bentuk penghargaan kepada sosok RA. Kardinah yang memiliki andil besar bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kota Tegal, bagaimana RA Kardinah mendirikan rumah sakit atas dasar kemanusiaan, dan rumah sakit tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sampai sekarang. Dan pemberian nama Kardinah pada Rumah Sakit umum Daerah ini merupakan bentuk penghargaan atas jasa-jasa beliau.

Ditempat terpisah, Pemerhati Sejarah Kota Tegal Yono Daryono menyampikan bahwa Kardinah bukan hanya sekedar pahlawan perintis kemerdekaan yang diberikan Pemerintah tetapi lebih dari itu, beliau adalah pahlawan kemanusiaan.

Menurut Yono Daryono yang perlu ditauladani dari RA Kardinah adalah rasa kemanusiannya, RA. Kardinah membangun rumah sakit pada saat itu karena melihat banyak warga pribumi yang tidak terlayani kesehatannya bila mereka sakit. Selain mendirikan rumah sakit Ia juga ingin melanjutkan cita-cita kakaknya RA. Kartini, cita-citanya dalam memajukan kaum wanita tidak pernah surut, agar wanita bukan hanya konco wingking maka RA Kardinah juga mendirikan Sekolah kepandaian Putri Wisma Pranawa.

Seperti di kutip dalam sejarah bahwa RA. Kardinah mendirikan sekolah Kaputren Wisma Pranawa, yang kemudian sekolah itu diambil alih oleh Belanda tahun 1920 diberi ganti rugi, dari hasil ganti rugi tersebut tahun 1927 dengan biaya pertama 16.000 gulden ditambah penjualan hasil buku karya tulisnya digunakan untuk mendirikan rumah sakit yang sekarang menjadi Rumah Sakit Umum Kardinah.

 

Top