Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Kota Tegal menjadi salah satu kota yang dipilih menjadi tuan rumah Coaching Clinic yang digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation, Jumat (24/11) di GOR Wisanggeni. Tidak tanggung-tanggung, kegiatan tersebut melibatkan legenda dan pelatih bulutangkis, seperti Christian Hadinata, Lius Pongoh, Sigit Budiarto, Tri Kusharjanto, Rendra Wijaya, Simon Santoso, Meiliana Jauhari, Simbarsono, Ronald Sanduan dan Puri Setyo. Kehadiran mereka selain untuk menghidupkan olahraga bulutangkis di Tegal, juga sebagai reuni para atlit bulutangkis.

Selaku Panitia, Yoppy Rosimin mengatakan, pembinaan dan menggugah motivasi atlit bulutangkis terus dilakukan, hal ini untuk mempertahankan reputasi merah-putih sebagai kiblat perbulutangkisan dunia. Indonesia dulu dikenal dengan atlit-atlit bulutangkisnya yang luar biasa. Termasuk di Tegal sendiri, banyak atlit-atlit bulutangkis yang lahir dari Tegal.

Dijelaskan Yoppy, coaching clinic dimaksudkan agar terjadi transfer pengetahuan dan ketrampilan bermain bulutangkis antar atlit, pelatih
dan legenda bulutangkis Indonesia dengan para peserta yakni ada dari pelatih klub, atlet muda yang ada di wilayah kota Tegal dan sekitarnya. Menurut Yopyy, untuk peserta yang mengikuti sedikitnya ada 60 pelatihan 250 atlit U-9 baik dari klub-klub dan PB dari wilayah Brebes, Tegal dan Slawi.

Kegiatan pelatihan terbagi dalam tiga sesi, yaitu khusus pelatih, pemain usia 9-11 tahun, dan pemain usia 12-14 tahun. Yoppy berharap pelatihan atau coaching clinic ini memotivasi para pebulutangkis muda di kota Tegal dan sekitarnya hingga terus bersemangat menekuni kariernya, agar kelak mampu mengukir prestasi.

Simon Santoso salah satu atlit bulutangkis nasional dari Tegal mengatakan, pelatihan yang digelar merupakan kesempatan yang sangat bagus. Dirinya sebagai putra asli Tegal, menginginkan adanya regenerasi pemain khususnya dari Tegal yang mampu menjadi atlit nasional bahkan menjuarai internasional. Tegal yang juga memiliki perusahaan shuttlecock, jangan sampai olahraga bulutangkisnya meredup, tetapi harus hidup dan melahirkan bibit-bibit berprestasi.

Top