Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

TEGAL - Plt. Walikota Tegal Drs. HM Nursholeh, M.MPd menyempatkan diri memantau proyek Pembangunan Kawasan Pemukiman Nelayan / Tepi Air di Kelurahan Tegalsari. Pemantaun dilakukan bersama jajaran Forkopimda Kota Tegal dalam kegiatan Monitoring Wajah Kota dengan bersepeda. Jumat (24/11).

Dilokasi proyek yang terletak di RW 01 Tegalsari tersebut, Plt. Walikota Tegal Drs. HM.Nursholeh atau yang akrab disapa Kang Nur kemudian mengajak berbagai pihak seperti Forkopimda, camat serta lurah agar tetap memantau dan mengawasi jalannya proyek agar berjalan tepat sesuai jadwal dan fungsinya. Kepada Dinas terkait, Kang Nur juga meminta agar nantinya di lokasi proyek diberi lampu penerangan yang baik dan memadai. Tidak hanya itu Kang Nur juga meminta kepada perwakilan Dinas PU PR Kota Tegal yang hadir untuk melengkapi jalan yang menuju proyek tersebut dilengkapi dengan drainase yang baik.

Proyek yang digarap oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tersebut merupakan bagian dari rencana Penataan Kampung Nelayan Tegalsari yang sudah menjadi salah program pembangunan Presiden Joko Widodo. Rencananya proyek tersebut akan selesai di tahun 2018. Sebelumnya Pemerintah Pusat melalui Kementerian PU dan PR juga telah merampungkan pembangunan RTH di lokasi yang tidak jauh dari proyek yang saat ini sedang dikerjakan.

Usai meninjau lokasi pryek pembangunan Kawasan Pemukiman Nelayan, Kang Nur bersama rombongan kemudian melanjutkan perjalannya menuju ke lokasi Taman Nelayan Tegalsari untuk berdialog dengan warga. Dalam dialognya, Kang Nur kembali mengingatkan warga agar aset- aset yang sudah dibangun pemerintah pusat maupun Pemkot Tegal agar dirawat dan dijaga. “Penataan kampung nelayan ini menurutnya merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mensejahterakan dan memberikan penghidupan yang baik kepada rakyatnya sehingga harus diaprerisiasi warga dengan menjaga dan merawatnya”,imbuhnya.

Kang Nur juga mengatakan setelah adanya pembangunan kajian selanjutnya adalah adanya kajian kuliner. Kepada jajaran terkait Kang Nur bahkan mengajak untuk menjaga pelaksanaan pembangunan sehingga sesuai harapa. “Bahkan bila perlu agar dibuat Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kawasan Kemaritiman dilokasi ini”,ucapnya.

Atas berbagai pembangunan Kang Nur kemudian mengungkapkan apresiasinya kepada Pemerintah Pusat. Bahkan menurut Kang Nur atas usul dari Menteri Susi Pujiastuti Pemkot Tegal akan mengusulkan Kota Tegal sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Terkait itu, dikatkan Kang Nur dinas terkait akan membuat konsepnya dan diusulkan ke Pemerintah Pusat.

Sementara itu terkiat pertanyaan warga terkait larangan cantrang agar kembali dicabut ditegaskan bahwa maksud larangan cantrang itu justru agar nelayan tidak lagi menangkap ikan yang berukuran kecil dan harganya murah seperti yang sudah dijelaskan Menteri Susi.” Jangan dilaut jawa saja, carilah ikan di laut bagian timur Indonesia yang ikannya besar dan harganya mahal, jangan lagi tangkap ikan yang kecil dan harganya murah”,ucap Kang Nur. Kang Nur berharap Nelayan agar memahami maksud baik adanya aturan tersebut. Terkait permintaan warga lainnya agar kampung nelayan dilengkapi fasilitas perpustakaan Kang Nur kemudian mengintruksikan agar dinas terkait segera menindaklanjuti adanya permintaan tersebut.

Top