Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

lanag copy

Akhir pekan bulan Januari 2018, bertempat di Ruang Adipura, Balaikota Tegal, “Dua Buku Tegal” bakal diluncurkan bersamaan dengan pemberian penghargaan pada “pejuang-pejuang” Tegal.

Dua buku tersebut satunya berjudul “Salah Kelola, Tragedi Kota Tegal” yang merupakan kumpulan artikel yang kental dengan ingar-bingar tragedi pergolakan antara ASN melawan Walikota Tegal. “Para penyumbang tulisan di antaranya Dr. Maufur, Dr. Yayat Hidayat Amir, Lanang Setiawan, dan Toto Subandriyo, dengan pengantar Plt. Walikota Tegal Nursholeh” Ujar Lanang Setiawan salah satu penulis.

Buku kedua berjudul “Tegal Ngrajug” adalah sebuah kumpulan puisi tegalan yang ditulis oleh para penyumbang yakni, Maufur, Ery Sudjono, Lanang Setiawan, Dwi Ery Santoso, Tambari Gustam, Khaerul Huda, Dina Nurmalisa Sabrawi, Edy Suripno, Sisdiono Ahmad, Amiruddin, Untung Purwadi, Tatang Suandi,  Atmo Tan Sidik, AKBP Rony Thaba, Asmawi Aziz, Yusuf Al Baihaqi, Yayat Hidayat Amir, Dhimas Riyanto, Yono Daryono, Irawan HG.

Menurut Lanang dua buku tersebut amat penting bagi masyarakat senyampang peristiwa hiruk pikuk yang terjadi dalam pemerintahan Kota Tegal selama dipimpin oleh panutan yang dinilai kurang ngayomi bawahan dan bersikap arogan.

Lewat buku tersebut jua, para calon pemimpin di Kota Tegal hendaknya bersikap santun, bertata krama, dan jangan sekali-sekali sok menggunakan kekuasannya buat bertindak sewenang-wenang.

“Kota Tegal bukan kota “remeh temeh” buat dijadikan ajang sok-sokan. Tegal adalah “sumbu pendek”. Manakala pemimpinnya adigang adigung adiguna, rakyat gampang meledak-ledak tak sungkat melakukan perlawanan sengit.”cetus Lanang

Melalui sajak-sajak dan artikel mereka, para penulis pengingatkan para calon kepala daerah atau panutan yang jumeneng di singgasana Kota Tegal agar tidak perlu menonjolkan kuasaannya dengan "tangan besi" atau brangasan.

Hakekat pemimpin adalah memberi rasa aman, mensejahterahkan rakyat, dan ngayomi semua lapisan. Musti amanah dan bukan pemarah!

Sementara itu yang dapat penghargaan ada 3 orang yakni pejuang pejuang tegal yang selama ini turun ke jalan melawan arogansi penguasa. Acara peluncuran buku diselenggarakan oleh LPP Kota Tegal yang merupakan penerbit buku.

Top