Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

buku

Setelah melalui proses panjang dengan membaca rekam jejak para “perjuang” dalam kegiatan dan pergerakan massa di Kota Tegal terhadap langkah-langkah kesewenangan Walikota Tegal Siti Masitha, panitia Penyelenggara Pemilihan tokoh berpengaruh, akhirnya memutuskan tiga nama yang berhak mendapatkan Penghargaan. Mereka adalah Komar Raenudin alias Udin Amuk, Agus Slamet alias Guslam, dan Atik Apriyanti. Hal itu disampaikan Lanang Setiawan, satu-satunya orang yang menilai pemilihan tersebut pada saat berlangsung acara Peluncuran Buku di Ruang Adipura Balaikota Tegal, Sabtu, 27 Januari 2018 pukul 09.00 Wib.

Peluncuran buku yang pandegani Lembaga Pengkajian dan Pengembangan (LPP) Bahasa Tegal , yakni kumpulan Artikel berjudul “Salah Kelola, Tragedi Kota Tegal”, dan kumpulan Puisi Berbahasa Tegal bertajuk “Tegal Ngrajug”. Kedua buku tersebut ditulis oleh para akademisi, seniman, pejabat, dan anggota dewan bertemakan hiruk-pikuk kegaduah di Kota Tegal selama kepemimpinan Siti Masitha selaku Walikota Tegal.

Menurut Lanang mengapa harus ada penghargaan, moment tersebut sangat penting dihelat karena selama mereka berjuang di kancah pergolakan melawan Walikota Tegal yang dinilai arogan telah menjadi korban atas kesewang-wenangan walikota di dalam kebijaksanaannya. “Mereka laik mendapat apresiasi karena saat terjadi kegaduhan dalam Pemerintahan Siti Masitha, tata kelola pemerintahannya aburadul. Dia bertindak arogan dan bersikap represif. Siapa pun yang berani melawan kebijakannya, dilibas. Banyak pejabat dinonjoberkan dan bawahan kocar-kacir. Contoh nyata, adalah ketiga orang tersebut,” kata Lanang Setiawan saat sebelum mengumumkan nama-nama yang berhak menerima Penghargaan.

Ditambahkan, Atik Apriyanti mantan staf Arpusda Kota Tegal pada tanggal 17 Maret 2015 mendapat sanksi mutasi karena perlawanannya pada walikota pasca digelarnya Lomba Nyanyi Lagu Tegalan ciptaan Lanang Setiawan dan dirinya. Selanjutnya setelah melakukan aksi demo turun ke jalan pada tangggal 12 April 2015 bersama penyair Tegalan, di depan pintu gerbang Balaikota Tegal, akhirnya berdampak diturunkan pangkat dan golongannya karena melanggar disiplin PNS. Sementara itu untuk Agus Slamet dan Komar karena banyak melancarkan kritik di medsos, akhirnya mendapat hukuman penjara. Perbuatan mereka dinilai lantaran mencemarkan nama baik walikota. “Mereka adalah orang-orang pemberani melawan kebijakan walikota. Atas dasar itu, kami memilih mereka dan berhak menerima penghargaan.” ujar Lanang. Dijelaskan lebih jauh penghargaan yang mereka terima selain mendapatkan piagam, juga uang sebesar Rp 1,5 juta untuk masing-masing.

Sementara itu, Wakil Ketua I Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Bahasa Tegal, Prof. Dr. Trijaka Kartana, M.si, dalam sambutannya sangat berbangga hati dengan adanya acara tersebut. “Moment ini perlu berkelanjutan agar budaya lokal berkembang dan maju,” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan Plt. Walikota Tegal Nursholeh, sangat apresiasi dengan adanya helat tersebut. “Sebagai walikota, saya menyambut baik adanya kegiatan ini. Terus berjuang demi kebesaran nama Tegal. Di tangan generasi muda, budaya lokal harus dikembang suburkan. Jangan sampai mandek,” katanya.

Acara tersebut, selain digeber dialog interaktif yang dipandu Dr. Maufur juga Drs. Atmo Tan Sidik dengan audien. Untuk selingan dihadirkan KMSWT (Kelompok Musik Sastra Warung Tegal), pembacaan puisi tegalan oleh Walikota Tegal Nursholeh, Lebe Penyair, dimeriahkan juga tembang-tembang tegalan oleh Atik Apriyanti dengan melantunkan lagu “Dasar Kunyuk” Ciptaan Atik Apriyanti dan “Titisan Bintang” ciptaannya dengan syair ditulis Lanang Setiawan. Ia bernyanyi dengan iringan gitar. Sebagai penutup acara, Lanang Setiawan didaulat untuk membawakan lagu “Tragedi Jatilawang” ciptaannya dengan iringan musik KMSWT pimpinan Narti Diono.

Hadir dalam acara tersebut, di antaranya Plt. Walikota Tegal Drs. H.M. Nursholeh, M.MPd, Ketua DPRD Kota Tegal Edy Suripno, Muslih (calon Wakil Walikota Tegal dari Independen), Yeye Haryo Guritno selaku Sekretaris LPP Bahasa Tegal, para pejabat, politisi, ASN, dosen, LSM, tokoh masyarakat, dan seniman.

Top