Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Tegal - Sampai dengan 8 Februari 2018 Jumlah masyarakat miskin dan tidak mampu di Kota Tegal yang sudah tercover JKN/KIS sebanyak 103.359 jiwa atau sekitar 74 %, dengan rincian PBI APBN (eks Jamkesmas) sebanyak 78. 247 jiwa, PBI APBD Prov. Jateng sebanyak 3.732 jiwa dan PBI APBD Kota Tegal sebanyak 20.380 jiwa.

Mengingat masih adanya masyarakat miskin dan tidak mampu di Kota Tegal sebanyak 17.068 jiwa, maka sudah saatnya Pemerintah Kota Tegal mengikutsertakan mereka ke dalam JKN sehingga dapat meningkatkan cakupan kepesertaan program JKN Kota Tegal guna menyongsong Universal Health Coverage (UHC) yang telah di tetapkan Pemerintah per tanggal 1 januari 2019.

Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Kesehatan Kota Tegal mengadakan Launching Universal Health Coverage Program Kesehatan Nasional, Kamis, 8 Februari 2018 di Auditorium Akper Pemkot Tegal.

Dikatakan oleh Plt. Walikota Tegal,  Drs. H.M. Nursholeh, M.M.Pd atau yang akrab dipanggil Kang Nursholeh bahwa JKN adalah sebuah program yang sangatlah penting bagi kehidupan kita. karena kesehatan adalah modal fisik untuk melakukan segala aktifitas. Jika tubuh kita sakit, maka akan terhambat seluruh aktifitas kita. Dalam konteks inilah proteksi diri dalam bentuk jaminan kesehatan dan perlindungan sosial sangatlah penting.

“Kesadaran tentang pentingnya jaminan perlindungan sosial terus berkembang, sesuai amanat pada perubahan uud 1945 pasal 34 ayat 2, yaitu bahwa negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat indonesia,” ucap Kang Nur.

“Kemudian sebagai wujud implementasi hak dasar tersebut, Undang–Undang nomor 40 tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional telah mengatur dan memberikan jaminan kepada masyarakat untuk mendapat jaminan sosial, yang terdiri dari jaminan atas kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, hari tua, pensiun dan kematian,” ujar Kang Nur.

Di kota tegal sejak tahun 2013 telah menyelengarakan program Jamkesda dengan istilah Jamkesta (jaminan kesehatan semesta) dimana sasaran pesertanya adalah seluruh penduduk Kota Tegal yang belum memiliki jaminan kesehatan dengan alokasi anggaran sebesar 15 milyar. Bagi penduduk miskin akan dibantu sepenuhnya, dan bagi penduduk yang tidak miskin akan mendapat bantuan sebanyak 2 juta rupiah.

Ditambahkan oleh Kang Nur bahwa kepesertaan jaminan kesehatan nasional dari penduduk Kota Tegal sampai dengan hari ini sudah tercover sebanyak 204.841 jiwa ( 74 % ) dari jumlah penduduk Kota Tegal ( 276.734 jiwa ).

“Masih ada 26% dari jumlah penduduk yang belum memiliki jaminan kesehatan  melalui program jkn. dan launching universal health coverageini, merupakan langkah awal untuk mengatasi itu, akan segera diintegrasikan lagi sebanyak 17 ribu masyarakat miskin yang belum terakomodir,” tutur Kang nur.

Dalam pesannya Kang Nur berharap seluruh masyarakat kota tegal mendukung program ini, sehingga seluruh masyarakat kota tegal dapat terjamin kesehatannya, dan mampu membawa kota ini semakin maju.

Sebagaimana disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, DR. Dr. Suharjo, MM bahwa tujuan di adakannya kegiatan ini adalah untuk mendukung program Nasional di Bidang Jaminan Kesehatan, mewujudkan Komitmen Pemerintah Kota Tegal dalam menyongsong UHC tahun 2019 dan menjamin Kepastian jaminan Kesehatan bagi penduduk Kota Tegal.

Deputi Direksi Wilayah Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta, BPJS Kesehatan, Aris Jatmiko menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah Kota Tegal serta seluruh pemangku kepentingan, yang turut berperan aktif dalam menyehatkan masyarakat Indonesia, khususnya penduduk di Kota Tegal melalui program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN - KIS).

“Sampai dengan saat ini, dari 514 Kabupaten / Kota se-Indonesia, tercatat 487 Kabupaten / Kota dari 34 Provinsi telah mengintegrasikan Jamkesda-nya ke program JKN-KIS, dapat kami sampaikan pula, di awal tahun ini sudah ada 3 provinsi, 76 kabupaten, dan 26 kota yang sudah mencapai universal health coverage di wilayahnya,” ucap Aris.

“Pencapaian ini sesungguhnya merupakan wujud komitmen kita bersama untuk menyukseskan program jkn-kis sebagai salah satu program strategis pemerintahan presiden jokowi melalui nawacita-nya, sekaligus sebagai bentuk ketaatan kita kepada undang-undang yang telah ditetapkan,” tambah Aris.

Sesaat setelah pemukulan gong tanda diresmikannya Launching Universal Health Coverage Program Kesehatan Nasional acara dilanjutkan dengan penyerahan Kartu JKN-KIS oleh Kang Nur kepada perwakilan penerima dari masing masing kelurahan se Kota Tegal.

Top