Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

dejavuSetelah menerbitkan dua buku Kumpulan Puisi Tegalan bertajuk “Tegal Ngrajug” dan Kumpulan Artikel “Salah Kelola, Tragedi Kota Tegal” bersama teman-teman, seniman multitalen asal Tegal, Lanang Setiawan, kembali meluncurkan buku Kumpulan Artikel “Dejavu, di Pusaran Kemelut Pergolakan Tegal”.

Buku tersebut, menurut Lanang, berkisah tentang peristiwa pergolakan yang terjadi pada tahun 2015 selama kepemimpinan Walikota Tegal Siti Masitha Soeparno melawan ASN bawahannya hingga menyoal sisi melik kehidupan perpolitikan di Tegal jelang digelarnya pesta demokrasi rakyat lima tahun sekali. Oleh Lanang, peristiwa tersebut diangkat dalam satu buku kumpulan artikel yang ditulis dalam kurun waktu dua bulan.

Dalam peristiwa pergolakan yang terjadi di Tegal, sosok Lanang Setiawan pun merupakan figur satu-satunya seniman Tegal yang berani tampil melawan arogansi walikota melalui pembacaan puisi tegalan di medan unjuk rasa bersama ratusan anggota Korpri. Lanang berani meneriakkan kritik pedas melalui puisi maupun menghimpun artikelnya dalam buku Dejavu, lantaran ia menilai Walikota Tegal tidak lagi amanah namun telah bertindak adigang adigung adiguna.

Dalam pandangannya, walikota sebagai panutan masyarakat telah keluar dari tatanan aturan yang berlaku. Walikota bertindak kurang bijaksana dan gampang menonjobkan pejabat dan tidak segan-segan menjatuhkan sanksi terhadap bawahannya manakala mereka tidak sejalan dengan kebijakannya. Sikap walikota semacam ini menjadi topik menarik untuk diangkat dalam buku bertajuk Dejavu.

Ditemui pada peluncuran buku karyanya, ia sengaja menghimpun peristiwa krusial yang terjadi di Tegal, dan sekaligus melakukan turun ke gelanggang dalam aksi kepriyatinan, karena menilai bahwa walikota yang seharusnya menjadi figur panutan masyarakat, malah telah menodai kepercayaan masyarakat yang memilihnya semasa menjadi calon walikota bersama pasangannya, H. Nursholeh dalam Pilkada lalu. “Seolah-olah status kekuasaan walikota adalah segala-galanya oleh karenannya dia bebas bertindak semau gue. Tidak mengindahkan aturan yang berlaku. Padahal hakekat kekuasaan merupakan amanah titipan Tuhan yang seharusnya diemban penuh sikap andap asor dan tanggung jawab di hadapan Tuhannya nanti. Namun apa yang terjadi? Walikota maunya menang sendiri dan anti kritik. Mindset ini yang mendorong saya untuk turun ke gelanggang unjuk rasa dan melahirkan buku Dejavu,” katanya.

Lanang mengungkapkan, buku “Dejavu, di Pusaran Kemelut Pergolakan Tegal”, merupakan kilas balik perlawanan ASN terhadap Walikota yang terjadi dari kurun waktu dua tahun, yaitu tahun 2015 hingga tahun 2017. Buku tersebut menjadi tanda seru buat calon pemimpin yang akan duduk di singgasana Pemerintahan Kota Tegal senyampang belakangan ini helat Pilwalkot tengah digelar serentak. “Sebagai tanda seru, buku Dejavu merupakan catatan penting bagi para calon walikota yang nantinya keluar sebagai pemenang dalam Pilkada nanti. Sekaligus menjadi panduan berharga bagi siapa pun yang memimpin Kota Tegal, agar tidak mengulang peristiwan kelam yang terjadi di daerah kami,” pesan Lanang.

Dr. Maufur mantan Wakil Walikota Tegal, dalam pengatar bukunya mengatakan, kisah-kisah yang disajikan, menjadikan terasa keberadaan kita ada dalam ruang lingkup cerita tersebut.“Untuk lebih jelasnya, sebaiknya dibaca saja dengan santai, berantai, sambil apapun asal fokus tentu nanti inti sarinya akan tergali dan bernilai untuk pengembangan diri,” ujar Maufur dalam kata pengantarnya.
Selain kisah pergolakan yang dituangkan dalam buku tersebut, Lanang pun mengangkat sisi melik persoalan Pilkada yang akan berlangsung di Kota Tegal. Buku sederhana setebal 81 halaman + viii ini, laik dijadikan kaca pengilon bagi siapa pun yang ingin mengenal karakter orang Tegal secara menyeluruh

Top