Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Dinas Kesehatan Kota Tegal, Senin (19/2) menggelar sosialisasi “Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS)” dalam rangka percepatan Open Defecation Free (ODF), di aula Kantor Kelurahan Debong Kulon.

Hadir dalam sosialisasi tersebut Lurah Debong Kulon Arlin, para ketua RT, RW dan kader kesehatan.

Kasi Penyehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja Dinas Kesehatan Kota Tegal Siti Halamah mengatakan, Dinkes akan gencar mensosialisasikan stop BAB Sembarangan. Menurut Halamah, perilaku BAB Sembarangan menjadi sebab di lingkungan tercemar sehingga dapat menyebabkan penyakit.

Perlu diketahui bahwa Bakteri Escherichia Coli atau E-coli salah satunya disebarkan melalui perilaku BABS. Jika masuk dalam tubuh dapat menghambat pertumbuhan sel dalam tubuh dan menyebabkan sakit.

Yang menjadi persoalan masih adanya BABS, menurut Halamah karena masih ada warga yang tidak memiliki jamban. Data pada Dinkes Kota Tegal mencatat sebanyak 2.099 rumah tidak memiliki jamban. Oleh karena itu, Dinkes akan terus berusaha agar seluruh rumah di Kota Tegal memiliki jamban.

Kepala Dinkes Kota Tegal melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Wiharto mengungkapkan tahun ini, Dinkes Kota Tegal fokus pada delapan kelurahan untuk program ODF atau bebas buang air besar sembarangan.

Kelurahan tersebut yaitu Mangkukusuman, Kejambon, Debong Kulon, Kraton, Bandung, Cabawan, Sumur Panggang dan Pekauman.

Wiharto berkomitmen agar tidak ada lagi warga yang BAB sembarangan pada tahun 2019. Dinkes sendiri sudah menganggarkan tahun ini untuk proyek Jambanisasi. Ada 100 unit proyek jambanisasi, dengan nilai anggaran per Rp. 3 juta terbagi untuk 8 kelurahan.

Jambanisasi juga dalam rangka mendukung program Presiden Joko Widodo yakni seluruh masyarakat memiliki akses air bersih 100 persen, nol atau tidak ada kawasan kumuh dan 100 persen sanitasi atau bebas buang air besar sembarangan.

Top