Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Copy of Hasdan Bisri 3

Siapa ya pembuat logo Pemerintah Kota Tegal?ya..Dialah H. Hasan Bisri. Pria kelahiran 29 Juni 1945 ini oleh para kolega maupun teman-teman sesama pelukis Sanggar Putik ’99 Slawi lebih dikenal sebagai seorang pelukis. Namun, jejak karirnya sebagai perupa yang cukup prestise yakni ketika memenangi lomba Membuat Logo Pemkot Tegal pada tahun 1972. 

Hasan Bisri menceritakan mengenai lomba yang digelar Pemkot Tegal dan diikuti sekitar 160 peserta tersebut. "Waktu itu saya bersama teman-teman Kelompok Desainer Tegal ikut lomba. Saya mengirimkan gambar logonya tiga hari sebelum pendaftaran ditutup," kenangnya. Tanpa dinyana, pada saat pengumuman pemenang ia dinyatakan sebagai pemenang dan mendapat surat dari panitia untuk hadir pada acara penyerahan penghargaan oleh Walikota Tegal. Namun begitu sampai di tempat acara, panitia mengatakan pemenang lomba Logo Pemkot Tegal ternyata ada tiga orang. “Selain saya ada dua peserta lagi yang dinyatakan menang, satu perempuan dan satunya lagi laki-laki yang kemudian saya kenal namanya Bekti. Kami dinyatakan menang bersama, hadiahnya dapat piagam penghargaan, uang dan foto barsama walikota. Jadi intinya tidak ada juara satu dalam lomba tersebut,” tutur bapak lima anak ini dengan nada penuh terkejut. Lebih terkejut lagi ketika melihat logo Kota Tegal yang sampai sekarang masih dipakai seluruh isinya adalah hasil karyanya, baik bentuk, komposisi gambar maupun warnanya. "Seluruh isinya, mulai dari bentuk kapal, warna dan motifnya tidak ada yang beda. hanya bingkainya saja yang bukan punya saya," katanya menambahkan. 

Bahkan ia dengan lancar menjelaskan secara rinci makna dibalik gambar logo tersebut. “Gerigi di bawah kapal melambangkan Kota Tegal sebagai kota industri, kemudian kapal layar melambangkan Kota Tegal sebagai kota maritim, dan yang setahu saya tidak dimiliki semua peserta adanya lambang tiga jalan di atas kapal yang berwarna kuning, melambangkan Kota Tegal dilalui tiga jalur dari arah Jakarta, Semarang dan Purwokerto,” ucapnya. “Sedangkan api yang berkobar berwarna merah putih di atas kapal melambangkan semangat masyarakat Tegal dalam bekerja dan berkarya yang menyala-nyala,” lanjutnya. Atas dinyatakannya tiga pemenang bersama dalam lomba pembuatan logo tersebut, otomatis hingga kini siapa pembuat logo Pemkot Tegal, ketiga-tiganya berhak mengklaim itu hasil karyanya ke masyarakat, karena sama-sama dapat piagam penghargaan. 

Tetapi keseluruhan isi gambarnya, adalah hasil idenya Suami Hj. Nuryati HB ini sedikit menyayangkan panitia tidak menetapkan juara I, II dan III. “Layaknya lomba kan semestinya ada juara satu, dua dan tiga, lalu apabila ketiga gambar pemenang kurang sempurna, bisa dikombinasikan panitia, tidak masalah, lha kok setelah dinyatakan tidak ada pemenang pertama, gambar yang dipakai murni punya saya?” ujarnya. Bahkan gambar ketiga pemenang itu juga tidak ditunjukan ke publik, sehingga ia sampai sekarang belum tahu gambar logo asli kedua pemenang lainnya itu seperti apa. Tapi ia tetap yakin, akan gambar logo yang terpampang dialah yang membuatnya. Maka, ia mengaku cukup tersenyum di dalam hati jika melintas ke Kota Tegal melihat logo yang terpajang itu. 

Soal Sanggar Putik ‘99 yang kini tetap moncer rupanya bentuk metamorfosis yang ia perjuangkan sejak tahun 1972. “Dulu namanya Sanggar Putik 72 saya dirikan di Kota Tegal beranggotakan 17 orang Desainer Texin Tegal, lalu tahun 1975 anggotanya jadi 100 orang, yang meliputi kegiatan seni rupa, teater, drama, dan musik. Tahun 1980 sanggar menerbitkan majalah Kesenian Remaja, dan tahun 1999 berubah nama Sanggar Putik ’99, saya sebagai ketuanya, merupakan wadah kegiatan perupa Tegal dan sekitarnya,” jelasnya.

Top