Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Tegal – Di Apel HUT ke-74 PMI Kota Tegal Tahun 2019, Walikota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, SE, M.M meminta agar di era industry 4.0 ini baik pengurus maupun relawan pmi harus melek teknologi serta kiprah dan perjuangan PMI Kota Tegal semakin nyata terasa, hal ini terungkap ketika pelaksanaan Apel HUT ke-74 PMI Kota Tegal Tahun 2019, Selasa (17/9/2019) di Lapangan Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.

“Meskipun memiliki pengetahuan yang cukup tentang kesehatan namun akan lebih baik lagi jika bapak/ ibu dan saudara semua bisa memanfaatkan teknologi untuk mempercepat gerakan dan deteksi di mana saja yang membutuhkan bantuan PMI” ucap Dedy Yon.

Dedy Yon juga menambahkan jika saat ini dibutuhkan smart user untuk mengoperasikan telepon genggam tersebut secara optimal. Untuk itu tidak ada salahnya jika PMI Kota Tegal berinovasi membuat aplikasi yang bisa memudahkan pengurus dan relawan mengecek ketersediaan darah sekaligus memperoleh informasi dan pengetahuan baru setiap harinya tentang kesehatan. ini penting agar pada saatnya seluruh anggota pmi siap dan mampu melakukan penanganan yang sesuai.

Lebih lanjut Dedy Yon juga meminta agar sejak dini, anak-anak muda harus ditanamkan kesadaran untuk berperan menjadi agen atau pelopor untuk menyebarkan pemahaman kepada sebayanya dan masyarakat mengenai pentingnya gerakan kemanusiaan dalam kehidupan saat ini harus terus digalakkan agar aksi kemanusiaan dapat diwujudkan dalam penanganan bencana, masalah kesehatan, donor darah dan pelestarian lingkungan.

Sementara itu disampaikan oleh Ketua PMI Kota Tegal, Drg. Agus Dwi Sulistyantono M.M bahwa dengan tema “Kita Tangguh Indonesia Maju” mempunyai tujuan membangun pengetahuan yang memadai tentang kebencanaan pada masyarakat, dunia pendidikan, lembaga swadaya masyarakat serta korporasi, membangun kesetaraan bahwa pengurangan resiko bencana adalah tanggung jawab bersama.

Top