Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

saka milenialTegal Kota_Siti Atiqoh Ganjar Pranowo resmi melantik anggota Saka Milenial Jawa Tengah di Kampus 4 Universitas PGRI Semarang, Selasa (8/10). Dengan dilantiknya anggota pengurus gerakan pramuka yang ditugaskan menjadi agen kebaikan di era milenial ini menandakan Jawa Tengah resmi mempunyai Saka Milenial.

Siti Atikoh Ganjar Pranowo yang merupakan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jateng mengukuhkan Majelis Pembimbing Saka Pramuka Milenial, dengan ketuanya Riena Retnaningrum (Kepala Dinas Kominfo Jateng) dan wakilnya, Edy Supriyanta (Kepala Biro Umum, Setda Jateng). Sekaligus melantik Ketua Saka Pramuka Milenial Masa Bakti 2019-2023, Agung Hikmati, sekretaris, Wiryawan Budi Sasongko, serta bendahara Genuk Endang S. Pengukuhan disaksikan pula oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Tenaga Ahli Kemenkominfo Doni Budi, Perwakilan Google Indonesia Putri Alawm.

Setelah pengukuhan Siti Atiqoh Ganjar Pranowo meminta agar semua pengurus Saka Milenial Jateng segera bekerja. “Selamat bekerja, saya tunggu inovasinya. Saya harap, Saka Milenial dapat menjadi tempat berbagi pengalaman khususnya dalam hal literasi digital untuk menjawab tantangan era globalisasi saat ini,” kata Atiqoh.

Setelah pelasaknaan Talk Show #Jaga Privasimu dan pelantikan MABISAKA, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didaulat memberikan sambutan. Dalam sambutannya Ganjar meminta Saka Milenial menjadi agen perubahan. Di tengah arus informasi media sosial saat ini, Saka Milenial harus segera melakukan gerakan untuk menyebarkan informasi yang baik. Selain itu generasi milenial untuk mengasah diri, dengan meningkatkan pemahaman literasi digital sehingga mampu memfilter informasi.

Ganjar berharap setelah dilantik, pengurus Saka Milenial langsung melakukan pelatihan literasi digital, latihan membuat konten yang baik. Mereka harus segera menyampaikan isu yang baik untuk mencounter isu buruk di media sosial dengan nilai-nilai pramuka yang ada.

“Saya minta agar Saka Milenial menjadi buzzer kebaikan untuk siapapun. Dengan cara itu, maka mudah-mudahan dapat melawan hal-hal yang negatif dari media sosial, misalnya hoaks, narkotika, terorisme, idiologi radikal dan sebagainya,” tegas Ganjar.

Top