Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Dengan Luas wilayah 38.50 km2, terdiri dari lahan kering seluas 2.768,27 ha, lahan sawah 1.081 m 73 ha serta memiliki luas wilayah pantai 839,15 ha. Kota Tegal merupakan salah satu kota di pantura Jawa Tengah yang ditetapkan sebagai wilayah sub pusat pertumbuhan Jawa Tengah bagian barat dan menjadi medan magnet bagi daerah sekitarnya.
Tak bisa dipungkiri salah satu usaha peternakan yang sangat berkembang di kota Tegal adalah usaha peternakan itik. Itik menjadi salah satu sumber pendapatan dan penyumbang protein hewani bagi masyarakat di Kota Tegal. Ternak itik banyak ditemui di wilayah Kecamatan Margadana antara lain di Kelurahan Margadana, Kalinyamat Kulon, Sumurpanggang dan Pesurungan Lor.

Kelurahan Pesurungan Lor merupakan daerah sentra itik. Berkembangnya usaha peternakan itik di kelurahan ini tak lepas dari tersedianya sumber pakan berupa ikan segar yang relatif mudah didapat dan hampir selalu tersedia serta pangsa pasar telor dan daging itik yang terbuka lebar.
Ada 319 peternak yang tergabung dalam delapan Kelompok Tani Ternak Itik (KTTI) di kelurahan Pesurungan Lor yakni Satelit Sejahtera, Gumbeng, Samadikun, Martapura, Mataram, Berkah Abadi, Kemiri Timur, dan Kemiri Barat.
Mungkin banyak yang belum tahu bahwa telor asin yang terkenal berasal dari Brebes, salah satu pemasok utama telornya berasal dari telor-telor peternak Kota Tegal. Namun seringkali permintaan pasar tidak dapat terpenuhi karena keterbatasan kapasitas produksi. Besarnya pasar telor itik yang belum tergarap ini membuktikan masih sangat diperlukannya pemgembangan ternak itik, terlebih lagi jumlah permintaan yang ada jauh lebih besar dari jumlah produksi.
Prospek peluang usaha yang menjanjikan
Jenis itik di daerah sentra peternakan itik kota Tegal merupakan unggas lokal yang telah lama dipelihara masyarakat dan telah beradaptasi dengan kondisi iklim sekitar dan masyarakatnya.
Prospek peluang usaha peternakan itik cukup menjanjikan berdasarkan alasan bahwa, produksi ternak itik 200-240 butir telor per ekor per tahun. Dengan asumsi harga jual Rp. 1.300,- per butir, dan bisa berharga berkisar Rp 1.800,- s.d 1.900,- jika sudah menjadi telor asin. Telor itik sangat potensial sebagai sumber pendapatan dan merupakan usaha yang prospektif, disamping sebagai sumber protein hewani keluarga petani.
Permintaan pasar terhadap produk itik (telor dan daging) secara nasional masih besar. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, pemeliharaan itik secara semi maupun intensif layak dikembangkan.
Telor itik cukup disukai oleh konsumen, baik untuk dimakan sehari-hari maupun sebagai bahan baku pembuatan makanan ringan lainnya seperti kue.

Saat ini, tak hanya telur yang dipasok peternak namun juga daging itik.

Dengan semakin banyaknya rumah makan yang menyediakan masakan dengan bahan baku daging itik, kini peternak mulai memasok daging itik ke sejumlah kota besar selain di dalam Kota Tegal sendiri. Pemenuhan kebutuhan daging itik untuk konsumsi dan kuliner bagi wilayah Jakarta mencapai 10.000/hari, Bali 1.000 ekor/hari, dan Semarang 400 ekor/hari.

itik afkir atau yang sudah tidak menghasilkan telor adalah itik yang dijual untuk konsumsi saat ini. Dimanfaatkannya itik afkir karena belum ada peternak yang khusus membudidayakan ternak itik pedaging.
Mengenai asal-usul itik tegal, merupakan keturunan dari itik pengging (Rowen) dengan itik petelur (Indian Runner). Itik jenis ini memiliki ciri-ciri bentuk tubuh ramping, leher kecil dan panjang, berjalan cenderung tegak dan warna bulu dominan putih kotor kecoklatan.

Untuk mendapatkan bibit sampai saat ini peternak di Kota Tegal belum bisa sepenuhnya mandiri menghasilkan bibit. Bibit berupa bebek usia sehari (DOD) masih mengandalkan pasokan daerah lain seperti Pati, Batang, Pemalang, dan Brebes.
Penghasilan Tambahan
Kebutuhan bibit yang cukup besar saat ini, melihat peluang tersebut sejumlah peternak mulai memproduksi bibit itik. Mereka menggunakan alat tetas semi otomatis untuk menetaskan telur. Ratusan telur yang dimasukkan dalam mesin biasanya akan menetas dalam waktu 28-30 hari.
Salah satu yang telah mengembangkan bibit itik adalah Kelompok Tani Ternak Itik (KTTI) Satelit Sejahtera Kelurahan Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana, Kota Tegal. Penetasan dilakukan menggunakan enam unit mesin tetas yang diletakkan di salah satu ruangan di areal peternakan tersebut.

Rasanto salah seorang anggota KTTI Satelit Sejahtera menerangkan, usaha penetasan telur memberi penghasilan tambahan bagi peternak. Harga DOD betina bisa dijual dengan harga Rp 5.000/ekor sedangkan bibit jantan Rp 4.000/ekor.
Ada beberapa diversifikasi usaha dari hasil ternak itik, makanan olahan dari bahan dasar daging itik seperti kerupuk itik, keripik itik dan dendeng itik. Selain itu juga membuat telor asin dan botok telor asin.
Selain itu, ada lagi telor asin aneka rasa. Pada umumnya telor asin yang dijual dipasaran memiliki cita rasa asin dan gurih . namun di tangan warga Kelurahan Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, telor asin mempunyai aneka rasa seperti bawang putih dan pedas. Cita rasa baru ini tentu saja menarik minat masyarakat untuk mencicipi.

Telor asin aneka rasa ini dijual dengan harga Rp 2.500/butir. Lebih mahal dibanding telor asin rasa original yang dijual dengan harga Rp 1.900/butir.
Pada dasarnya proses pembuatan telor asin aneka rasa ini sama seperti proses pembuatan telor asin biasa. Telor dibalut dalam adonan serbuk bata merah, garam dan abu gosok. Bedanya, untuk menciptakan cita rasa bawang putih, adonan tadi dicampur dengan bawang putih yang dihaluskan sedangkan untuk rasa pedas adonan ditambah dengan cabai rawit giling.

dengan demikian kreatifitas dan inovasi dari ternak itik itu masih perlu di kembangkan lagi, untuk mendapatkan peluang-peluang yang masih belum digarap. Yang jelas seberapa banyak peluang itu, masih terbuka luas bagi mereka yang mau berinovasi. Maju terus peternak itik kota Tegal*** (tomi) .

Top