Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

TEGAL - Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Tegal diwajibkan menggunakan pakaian adat dan bahasa Tegal setiap hari Kamis minggu kesatu sampai dengan minggu ketiga. Sementara minggu keempat menggunakan pakaian Adat Nasional. Sedangkan jika dalam satu bulan terdapat hari Kamis minggu kelima, maka menggunakan pakaian adat/tradisional Kota Tegal.

Penggunaan pakaian adat/tradisional tersebut berlaku untuk semua perangkat daerah, kecuali Satpol PP, Dishub yang melaksanakan tugas operasional dan Petugas penguji kendaraan bermotor.

Bahasa Tegal wajib digunakan oleh seluruh pegawai di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal pada jam kerja setiap hari Kamis.

Penggunaan pakaian Adat/Tradisional dan Bahasa Tegal di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal termaktub dalam Surat Edaran (SE) Walikota Tegal Nomor 065.5/001 tanggal 31 Desember 2019 dan berlaku mulai 2 Januari 2020.

Dalam SE tersebut, kebijakan menggunakan pakaian adat dan bahasa Tegal dalam rangka memelihara dan menjaga rasa nasionalisme serta semangat Bhinneka Tunggal Ika, maka perlu diimplementasikan melalui penggunaan pakaian adat/tradisional dan Bahasa Tegal di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal.

Ketentuan desain pakaian adat/tradisional Kota Tegal sesuai SE Walikota, untuk laki-laki menggunakan ikat kepala wulung, pakaian adat bagian atas berwarna hitam yang dibuat model baju pangsi berlengan panjang, tanpa kerah, dengan kancing di depan dan dikenakan dengan cara dikeluarkan dari celana. Bagian depan baju dilengkapi dengan dua saku tempat di bawah kanan-kiri dan satu saku dalam di atas sebelah kiri. Sarung tenun palekat diikatkan di pinggang. Pakaian adat bagian bawah berwarna hitam dibuat model celana longgar dengan panjang celana sampai di atas mata kakai (cingkrang) dan alas kaki berupa sandal model jepit dari bahan kulit.

Untuk perempuan, pakaian adat bagian atas berwarna hitam, dibuat model baju kurung berlengan panjang, tanpa kerah dikenakan dengan cara dikeluarkan dari bawahan. Sementara bagi yang berjilbab, dapat menggunakan jilbab/kerudung dengan warna menyesuaikan pakaian dan kain yang dikenakan. Selendang batik Kota Tegal dikenakan dengan cara dislampirkan di bahu sebelah kanan. Motif selendang senada dengan kain (bagian bawah) yang dikenakan. Sedangkan pakaian adat bagian bawah berupa kain batik Kota Tegal yang dikenakan panjang sampai mata kaki dan alas kaki berupa sandal model selop dari bahan kulit.

Top