Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Angka kasus covid-19 saat ini hampir disetiap daerah cenderung mengalami kenaikan. Penularan dan penyebarannya harus ditekan, agar tidak ada lagi masyarakat yang terjangkiti. Protokol kesehatan secara ketat, menjadi salah satu upaya yang mampu mencegah penularan covid-19. Dari mulai menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jika masyarakat melakukan atau mematuhi hal tersebut, tentunya covid-19 bisa dihindari.

Seperti di wilayah Kecamatan Tegal Timur, Tiga Pilar yakni TNI, Polri dan Pemerintah (ASN) terus melaksanakan sosialiasi dan edukasi tentang protokol kesehatan. Sosialisasi dilaksanakan Sabtu (26/9) di Obyek Wisata Pantai Kodok dan Batamsari.

Camat Tegal Timur Kota Tegal Zaenal Ali Mukti mengatakan, gerakan penggunaan masker dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan terus dilakukan agar masyarakat sadar akan pentingnya kesehatan. Karena seperti kita ketahui, musim pandemi covid-19 masih berlangsung, tidak bisa dianggap remeh. Jika masyarakat tak mempedulikannya, maka angka kasusnya akan semakin naik. Sementara seperti yang kita ketahui, covid-19 sangat mematikan dan belum ada obatnya, hanya imunitas tubuh kita saja yang bisa dan mampu mencegah covid-19.

Jadi, ditegaskan Zaenal, masyarakat mau tidak mau mematuhi protokol kesehatan secara ketat, yakni wajib menggunakan masker dimanapun dan kemanapun harus memakainya. Selain itu, rajin mencuci tangan, menghindari keramaian dan selalu jaga jarak. Yang terakhir, melaksanakan PHBS di setiap rumah.

Sosialisasi yang dilaksanakan di obyek wisata yang masuk dalam wilayah kecamatan Tegal Timur dimaksudkan agar semua pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan. Mereka yang kedapatan tidak memakai masker maka dikenakan sanksi fisik seperti push up maupun pengucapan Pancasila.

"Kami masih memberikan pemahaman dan sanksi fisik, padahal kita tahu di Kota Tegal sudah diberlakukan sanksi denda bagi yang tidak bermasker. Karenanya, jika tidak ingin dikenai sanksi denda, kami meminta masyarakat membiasakan diri menggunakan masker. Tidak hanya orang dewasa saja, tetapi juga anak-anaknya." ungkap Zaenal Ali Mukti

Top