![]()
Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi
Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id
Change Language
KOTA TEGAL - Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli, dimaknai Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tegal dengan mengadakan kegiatan kampanye cinta kebaya, Sabtu pagi (25/7/2026) di kawasan Alun-alun Kota Tegal. Turut hadir Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah dan Sekretaris DPPKB2PA Kota Tegal, Yulia Herawati Pitna.
Ketua GOW Kota Tegal Ny Debby Firoeza Indiany mengatakan, melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023, telah ditetapkan bahwa setiap tanggal 24 Juli diperingati sebagai Hari Kebaya Nasional. Hal tersebut sebagai bentuk penghormatan negara kepada peran perempuan Indonesia, dan apa yang dikenakannya. Salah satunya yakni kebaya yang memiliki identitas, jatidiri dan warisan budaya bangsa Indonesia.
Ia juga menekankan agar setiap perempuan mencintai kebaya, yang bisa dikenakan kapan saja. Saat di kantor, acara kebersamaan, acara santai dan bisa dikenakan sebagai harian. Debby juga ingin menepis anggapan kebaya sebagai baju jadul,.melainkan pakaian keren, timeless dan memiliki nilai serta jiwa.
Pada peringatan Hari Kebaya Nasional ini, GOW melakukan senam dan menari Geyol Tegalan bersama mengenakan kebaya sebagai bagian mengkampanyekan kebaya yang bisa dipakai dimana saja. Kampanye juga dianjutkan dengan mengelilingi kawasan Alun-alun Kota Tegal, membawa spanduk, mengajak masyarakat semakin mencintai kebaya. Ada sebanyak 300 ibu-ibu dari 30 organisasi wanita yang tergabung dalam GOW Kota Tegal turut serta meramaikan.
Sementara Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah yang antusias mengikuti peringatan Hari Kebaya Nasional dan mengkampanyekan cinta kebaya mengatakan, kegiatan kampanye ini sangat menginspirasi. Selain diadakan senam bersama, menari Tari Geyol sebagai tarian Kota Tegal juga melakukan parade berkeliling kawasan Alun-alun. Harapannya kegiatan ini semakin menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap kebaya.
Ia mengungkapkan bahwa kebaya adalah warisan adiluhung yang sudah diberikan oleh nenek moyang yang harus dijaga, dirawat dan dilestarikan. "Kebaya itu selain mengandung nilai-nilai budaya juga menilai keanggunan, keindahan, estetika, nilai keteguhan. Sehingga kami ingin mengesampingkan stigma bahwa memakai kebaya itu rempong atau ribet," tuturnya.
Pihaknya ingin menunjukkan bahwa mengenakan kebaya, selain membuat wanita semakin cantik, anggun juga bisa fleksibel dikenakan di mana saja dan kapan saja. "Hari ini kami ingin perempuan di Kota Tegal bangga berkebaya," ucapnya.
Selain itu, Tazkiyyatul Muthmainnah juga meminta para generasi muda untuk mulai membudayakan berkebaya. Karena berkebaya bisa dikenakan dengan berbagai suasana, resmi maupun santai dan casual. Sehingga salah satu kekayaan budaya dan identitas bangsa Indonesia ini semakin terjaga, dan tidak diakui oleh negara manapun. "Berkebaya mencerminkan nilai kebebasan dan keberanian. Sehingga perempuan itu bebas berekspresi, bebas berkegiatan apa saja dan menjadi perempuan-perempuan berdaya," pungkasnya.(*)