Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

KOTA TEGAL - kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu barometer kerukunan umat beragama di Indonesia. Dalam acara Dialog Kebangsaan Penguatan Kota Toleransi yang digelar di Gedung Adipura Kompleks Balai Kota Tegal pada, Selasa, (28/7/2026), Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., resmi dilantik dan dinobatkan sebagai Bapak Moderasi Beragama Kota Tegal.

Momen bersejarah ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus Forum Muda Antar Umat (FORMAT) Kota Tegal, sebuah wadah baru bagi generasi muda lintas agama untuk merawat kebinekaan.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tegal, Drs. H. Ahmad Firdaus Muhtadi, dalam sambutannya tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia dan bangganya melihat kekompakan seluruh elemen masyarakat Tegal. "Saya sangat bahagia jika acara FKUB. Karena di sinilah sesungguhnya miniatur Indonesia. Bersatu dalam perbedaan, luar biasa," ujar Ahmad Firdaus.

Beliau menegaskan bahwa pembentukan FORMAT merupakan langkah konkret untuk mengawal pilar-pilar kebangsaan. "Bahwa sesungguhnya apa yang kami lakukan membentuk forum muda antar umat itu adalah dalam rangka merawat kebinekaan, merawat Pancasila, merawat Undang-Undang Dasar 1945, juga merawat NKRI. Kami yakin anak-anak muda yang baru saja dikukuhkan adalah mereka yang cinta dengan persatuan dalam perbedaan. Meskipun berbeda-beda, tapi mereka tetap bersatu, kukuh, rukun, dan aman," tambahnya.

​Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Tegal, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tegal, Kepala Badan Kesbangpol, Kabag Kesra, serta para pimpinan ormas, LSM, dan tokoh lintas agama seperti Ketua MUI, Ketua BAMAG, dan Ketua LDII. ​Secara khusus, agenda strategis ini juga dihadiri oleh tamu spesial, Achmad Fanani Rosyidi dari SETARA Institute Jakarta. Kehadiran perwakilan dari lembaga riset dan advokasi kebijakan terkemuka yang berfokus pada kebebasan beragama, hak asasi manusia (HAM), dan demokrasi ini menegaskan keseriusan Kota Tegal dalam mempertahankan predikatnya sebagai kota inklusif.

Penobatan Dedy Yon Supriyono sebagai Bapak Moderasi Beragama bukan tanpa alasan. Kota Tegal mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional dalam hal toleransi beragama. Berdasarkan studi Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2025 yang dirilis oleh Setara Institute, Kota Tegal berhasil melompat sangat signifikan ke peringkat ke-9 sebagai kota dengan skor toleransi tertinggi di Indonesia, setelah sebelumnya berada di peringkat ke-39.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., menyampaikan bahwa capaian ini adalah buah dari kerja keras dan sinergi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari FKUB, Kemenag, tokoh agama, aparat keamanan, hingga dunia pendidikan. Namun, ia mengingatkan agar prestasi ini tidak membuat semua pihak berpuas diri. "Prestasi ini bukanlah garis akhir. Justru menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas kerukunan yang telah terbangun," tegas Dedy Yon.

Di hadapan para pengurus FORMAT yang baru dilantik, Wali Kota menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman, terutama di era digital di mana hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi mudah menyebar. "Jadilah generasi yang mampu merangkul, bukan memisahkan, yang mengajak berdialog, bukan saling menyalahkan, serta yang mengedepankan persaudaraan di atas segala perbedaan," ucap Wali Kota.

​Sebagai penutup, Wali Kota kembali mengingatkan bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman. Perbedaan agama, suku, budaya, maupun adat istiadat bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan yang harus terus dirawat. Oleh karena itu, beliau juga berpesan bahwa keberhasilan Kota Tegal sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia seyogianya bukan sekadar prestasi yang membanggakan, tetapi harus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan kehidupan yang damai, saling menghormati, dan saling menguatkan demi kemajuan Kota Tegal yang dicintai.(*)

Top