![]()
Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi
Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id
Change Language
KOTA TEGAL – Wakil Wali Kota Tegal, Hj. Tazkiyyatul Muthmainnah, S.K.M., M.Kes., menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Meet and Greet TOS TBC Tahun 2026 yang digelar di Aula RSUI Harapan Anda, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kota Tegal bekerja sama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), RSUI Harapan Anda, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan ini diikuti ratusan pelajar SMP dan SMA se-Kota Tegal. Mengusung semangat Temukan, Obati Sampai Sembuh (TOS TBC), kegiatan dikemas secara interaktif agar para pelajar memperoleh edukasi mengenai pencegahan, deteksi dini, serta pentingnya menyelesaikan pengobatan tuberkulosis hingga tuntas.
Ketua Panitia, dr. Silvia, menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan eliminasi TBC. Melalui kegiatan yang menyenangkan, para pelajar diharapkan memahami bahwa TBC dapat dicegah dan disembuhkan apabila ditemukan sejak dini serta diobati hingga tuntas.
"Penyakit TBC sebenarnya dapat dicegah dan disembuhkan. Kami ingin adik-adik menjadi generasi yang peduli, memahami cara mencegah, membantu menemukan kasus sejak dini, serta ikut menyebarkan informasi yang benar tentang TBC kepada lingkungan sekitarnya," ujar dr. Silvia.
Ketua GOW Kota Tegal, Debby Firoeza Indiany, menegaskan bahwa percepatan eliminasi TBC membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan dan organisasi perempuan. Menurutnya, sekolah merupakan lingkungan yang strategis untuk meningkatkan kesadaran kesehatan.
"Sekolah mempunyai peran penting dalam percepatan eliminasi TBC. Melalui edukasi kepada siswa, kita dapat membangun kesadaran sejak dini agar mampu melakukan pencegahan, deteksi dini, dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menemukan kasus TBC," ungkap Debby.
Sementara itu, Ketua PPTI Provinsi Jawa Tengah, dr. Hartanto, menjelaskan bahwa tuberkulosis bukan penyakit keturunan, melainkan penyakit menular yang dapat disembuhkan apabila pasien disiplin menjalani pengobatan. "TBC bukan penyakit keturunan, tetapi penyakit menular yang ada obatnya dan gratis. Tantangan terbesar adalah memastikan pasien minum obat sampai tuntas agar tidak terjadi resistensi obat dan penularan terus berlanjut," tegasnya.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tegal mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam menyelenggarakan kegiatan edukatif tersebut. Ia menilai pelajar merupakan agen perubahan yang mampu menyampaikan informasi kesehatan kepada keluarga maupun masyarakat. "Percepatan eliminasi TBC tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan sinergi semua pihak, termasuk anak-anak sebagai generasi muda. Saya berharap seluruh peserta yang hadir hari ini dapat menjadi Duta TOS TBC dan menyebarkan semangat hidup sehat di sekolah maupun lingkungan tempat tinggalnya," ujar Wakil Wali Kota.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Wali Kota secara resmi membuka kegiatan Meet and Greet TOS TBC Tahun 2026 dengan mengucapkan basmalah serta mengajak seluruh peserta meneriakkan yel-yel "Pelajar Kota Tegal Sehat, Hebat, Bebas Tuberkulosis – TOS TBC!" sebagai bentuk komitmen bersama mendukung terwujudnya Kota Tegal yang sehat dan bebas tuberkulosis.
Kegiatan ditutup dengan deklarasi komitmen bersama mendukung percepatan eliminasi TBC, penandatanganan komitmen, penyerahan cinderamata kepada para narasumber, serta pembagian doorprize kepada peserta. Turut hadir dalam kegiatan tersebut istri Wali Kota Tegal sekaligus Ketua TP PKK Kota Tegal, Gadis Sephi Febriana, bersama jajaran pengurus GOW, PPTI, RSUI Harapan Anda, kepala OPD terkait, serta para guru pendamping yang memberikan dukungan terhadap upaya menciptakan generasi Kota Tegal yang sehat dan bebas tuberkulosis.(*)