Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

KOTA TEGAL - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tegal, Dorres Indrian Nugroho, S.STP, M.Si. secara resmi membuka Seminar Cyber Security bertajuk "Think Like a Hacker: Strategi untuk Memerdekakan Data Nasional" pada Sabtu (8/8/2026) di Aula Universitas Harkat Negeri, Kampus Vokasi, Jl. Mataram. Dalam sambutannya, Dorres menekankan krusialnya membangun budaya sadar keamanan informasi sebagai upaya menjaga aset paling berharga bangsa di era transformasi digital.

Acara yang diikuti oleh perwakilan instansi pemerintah, akademisi, praktisi keamanan siber, SMA/SMK dari dalam Kota maupun dari luar Kota Tegal hingga kalangan mahasiswa ini bertujuan untuk menyikapi dinamika ancaman digital yang semakin kompleks serta memperkuat fondasi kedaulatan data nasional.

Mengusung tema yang kontemplatif dan strategis, Kepala Dinas Kominfo juga menegaskan bahwa filosofi "Think Like a Hacker" bukan bertujuan mendidik masyarakat menjadi peretas jahat. Sebaliknya, pendekatan ini mengajak setiap pengelola sistem dan pengguna data untuk memahami pola pikir penyerang dalam mendeteksi dan mengantisipasi celah keamanan sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Dalam dunia keamanan siber, ada sebuah ungkapan: 'You cannot defend what you do not understand.' Kita tidak akan mampu melindungi sistem apabila kita tidak memahami bagaimana sistem tersebut dapat diserang," tegas Dorres.

Lebih lanjut dipaparkan bahwa di era modern, data bukan lagi sekadar kumpulan angka dan informasi biasa, melainkan dasar utama dalam pengambilan keputusan, fondasi pelayanan publik, serta aset strategis nasional. Namun, seiring pesatnya kemajuan teknologi, serangan siber tidak lagi terbatas pada korporasi besar atau lembaga pemerintah pusat, melainkan juga mengincar pemerintah daerah, institusi pendidikan, pelaku usaha, hingga masyarakat umum melalui modus phishing, ransomware, pencurian identitas, hingga eksploitasi celah sistem.

Dalam membedah makna memerdekakan data nasional, disampaikan bahwa hal tersebut merupakan pilar utama dalam membangun kedaulatan digital Indonesia. Data masyarakat harus terlindungi secara menyeluruh, dikelola secara bertanggung jawab, digunakan sesuai ketentuan hukum, serta terbebas dari ancaman akses ilegal maupun penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berwenang. Untuk mewujudkan hal tersebut, keberadaan teknologi canggih semata dianggap tidak cukup. Diperlukan sinergi utuh yang melibatkan pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang kompeten, penerapan tata kelola yang terstruktur, penguatan pertahanan teknis serta keandalan infrastruktur digital, hingga kesadaran keamanan informasi yang merata di setiap organisasi.

Dinas Kominfo Kota Tegal menegaskan komitmennya untuk memastikan transformasi digital di daerah senantiasa berjalan selaras dengan penguatan keamanan informasi. Hal ini diwujudkan melalui peningkatan kapasitas SDM, penyempurnaan infrastruktur digital, serta pembentukan budaya sadar keamanan di setiap unit pelayanan publik demi menjamin pelayanan yang aman dan terpercaya bagi masyarakat.

Di hadapan para peserta seminar, Kepala Dinas mengingatkan bahwa faktor manusia sering kali menjadi mata rantai terlemah dalam pertahanan siber. Kerentanan dapat timbul dari tindakan sederhana yang kurang diwaspadai dalam aktivitas sehari-hari, seperti mengklik tautan yang salah, menggunakan kata sandi yang lemah, atau kelalaian kecil lainnya yang dapat berdampak sistemik terhadap keamanan sebuah organisasi.

Oleh karena itu, beliau berpesan agar seluruh pihak menjadikan keamanan siber sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari dan bukan sekadar kewajiban formalitas. Apabila keamanan siber telah berakar menjadi budaya, kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital pemerintah akan semakin meningkat, sehingga tercipta ekosistem digital yang aman, tangguh, dan terpercaya.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, Pemerintah Kota Tegal optimistis dapat mengambil peran aktif dalam mendukung terciptanya ruang siber nasional yang lebih aman, berdaulat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(*)

Top